Langsung ke konten utama

DON'T JUDGE A BOOK BY ITS COVER- Pelatihan jurnalistik

PAUDIH News - Rabu pagi tanggal 18 November 2020 Sekolah Dasar Islam Hidayatullah Semarang tidak seperti biasanya. Terlihat beberapa motor terparkir lebih banyak di depan sekolah. Security juga lebih sibuk menggunakan alat cek suhunya. Hemm....

Ya. Hari itu memang sedang ada kegiatan di SD Islam Hidayatullah. Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah [LPI] memberikan kesempatan bagi para pendidik unit-unit di lingkungan sekolah Islam Hidayatullah untuk mengupgrade kemampuan menulisnya. Termasuk dari kehumasan PAUD Islam Hidayatullah yang diwakili oleh Pak Karim, Bu Ainun, Bu Kiki dan saya.

Kegiatan atau tepatnya kelas Jurnalistik ini terasa spesial karena mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya. Pak Teguh, salah satu inisiator kelas menulis ini mengundang salah satu relasinya untuk hadir sebagai pembicara. Pak Teguh yang memang sudah lama terjun di dunia tulis-menulis tampaknya memang mempunyai banyak relasi penulis top Khususnya di Semarang, dan diantaranya adalah pembicara di kelas jurnalistik tersebut.

Kelas pertama yang saat itu bertempat di ruang meeting SD Islam Hidayatullah dipenuhi oleh gelas kosong [hehehhe..kata orang sih begitu, kita harus mengosongkan pikiran ketika berniat untuk menimba ilmu, dengan hadirnya rekan-rekan guru di ruangan tersebut saya anggap mereka memang berniat untuk belajar dan siap menerima ilmu dari guru ahli]. Sekitar pukul 8.30 wib, masuklah narasumber yang dimaksud. Lalu duduklah beliau di deretan petinggi-petinggi lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah. 

Setelah beberapa saat, Pak Teguh pun membuka kelas. Setelah pembacaan susunan acara dan sambutan dari direktur LPI, Narasumber yang menjadi guru ahli kami pun tampil mengisi acara. Sedikit perkenalan mengenai latar belakang beliau, kehidupan keluarganya, dan falsafah prinsip hidup yang dianut beliau. Ada yang menarik menurut saya. Dari gaya bicara, cara berbusana, sungguh jauh terlihat dari hal-hal yang berbau formalitas. Hal ini pun diakui oleh beliau. Dari Busana beliau menyampaikan bahwa hanya memiliki celana panjang satu untuk keperluan kondangan [terpaksa untuk menghormati tuan rumah. Wah..hehehehe] yah..itulah beliau, cara berbicara selengehan tapi penuh makna. Berbusananya menggambarkan orang yang bebas. sebebas dan seliar beliau menyampaikan ide dan pikiran ke dalam bentuk tulisan. 


Narasumber kelas jurnalistik



Ya, beliau adalah salah satu masterpiece menulis yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Bagi penulis khususnya di Kota Semarang, mendengar nama Edhie Prayitno Ighe tentunya sudah tidak asing lagi. Beliau adalah salah satu wartawan senior di media populer nasional. Sebagaimana yang diinformasikan Pak Teguh, bahwa prestasi terbaru beliau yakni mampu mengantarkan juara anak-anak Semarang yang berkompetisi menulis artikel dilomba tingkat nasional.

Banyak hal yang beliau sampaikan dalam kelas jurnalistik tersebut. Mulai dari kriteria yang menjadi acuan laporan sampai tips dan trik bagaimana cara menjadi penulis handal. Namun ada satu ungkapan yang sangat membekas di hati saya yakni"katakanlah kebenaran dengan membengkokkan". Perlu beberapa saat untuk mencerna hal tersebut sampai beliau menjelaskan maksudnya. Kita bisa sampai tujuan yang ingin dicapai menggunakan kata-kata yang baik. Olah kata, olah ROSO. Gunakan kata-kata dari hati. Begitulah yang saya tangkap. Pesan beliau yang tak kalah penting yakni, mulailah menulis. Sepintar apapun, jika tidak mulai percuma saja. Dan lakukan saja, menulis saja. Tidak perlu difikirkan tulisan kita dihargai atau tidak. Dibaca orang atau tidak, menulislah tanpa mengharap sesuatu. 

Itulah gambaran kegiatan kelas jurnalistik pertama ini. Ilmu memang luas, dan dengan belajar pada ahlinya tentu akan bermanfaat untuk pengembangan penulisan laporan khususnya bagi tim di kehumasan. "Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya".

Laporan oleh Tarto.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PPDB 2021 - 2022

Segera Dapatkan Diskon Daftar Bulan Januari -Maret 2021 SELAMAT DATANG CALON WALI MURID PESERTA DIDIK PAUD ISLAM HIDAYATULLAH

MATERI MENGAJI JANUARI

 Semester II  Panduan belajar mengaji ini disediakan untuk kelompok A & B. Panduan berfungsi  mendukung materi yang diajarkan oleh guru.  Harapannya siswa bisa memperoleh panduan ketika ingin belajar secara mandiri di rumah dengan pendampingan orang tua. Panduan terdiri dari panduan menghafal dan buku jilid. Silahkan digunakan sesuai kebutuhan. HAFALAN TK A 1. Surat An Nashr  2. Doa Keluar Kamar Mandi 3. Hadits Kebaikan ======================================= MATERI TK B HAFALAN 1. Surat Al 'Asr 2. Doa untuk Ibu & Bapak 3. Hadits Surga Di Bawah Telapa Kaki Ibu ================== PANDUAN HAFALAN LAINNYA ================{{{}}}================ PANDUAN BELAJAR JILID 1-6: JILID  1   JILID  2  JILID  3  JILID  4  JILID  5  JILID  6  BUTUH FILE BUKU JILID? ============={{{{{{}}}}}============= PANDUAN LAIN: Materi Bulan Januari Materi Bulan Febuari Materi Bulan Maret Materi Bulan April Materi Bulan Mei  Materi Bulan Juni Materi Bulan Juli Materi Bulan Agustus Materi Bulan Septembe

Inspirasi Sukses Milyarder Dr. Eng. Arief Setyawan

  Bang Kiming bersama Ibunda dan kakak tercinta (baris depan), delegasi PAUDIH (baris belakang)  "Muda, berprestasi, sukses" Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan sosok Dr. Eng. Arief Setyawan. Usia beliau yang masih sangat muda bisa mencetak prestasi yang patut diacungi jempol. Pria yang memiliki panggilan populer Bang Kiming tersebut telah dicatat namanya di museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai orang termuda di Indonesia yang berhasil meraih gelar doktor di bidang engineering. Tak tanggung-tanggung, gelar doktor dia sandang sebanyak dua kali di salah satu universitas ternama di Jepang.  bACA jUGA: Mereka mengenal lebih dekat PAUD IH wow! PAUD Islam Hidayatullah juara 1 Menanamkan Rasa Cinta pada Rasullah Sukses! Trial class banyak diminati Tamu Berkunjung ke PAUD IH, ada apa? Dr. Eng. Arief Setyawan memang sosok pekerja cerdas. Saat masih kuliah S1 di UGM Jogjakarta, muncul di dirinya untuk memiliki sebuah usaha. Bermodalkan keterampilan kuliner yang diperoleh dar